Rully Shabara Mengolah Suara di Biennale Jogja XIII

10 Nov

Salah satu yang menarik perhatian pada pembukaan Biennale Jogja XIII pada 1 Nopember 2015 lalu adalah adanya panggung tertutup serba merah. Di panggung tersebut ditampilkan karya seni Doremino milik Rully Shabara yang terbiasa mengolah suara manusia sebagai medium kreasinya.doremino3

Berbeda dengan karya seni kebanyakan, yang menjadi objek untuk Doremino adalah sekumpulan manusia. Ada belasan orang yang berperan sebagai instrumen bunyi dan suara. Dengan perintah tertentu, bunyi-bunyi tersebut dapat diatur volume dan temponya. Selain itu bunyi satu instrumen juga bisa ditiru oleh instrumen lainnya. Bahkan satu bunyi tertentu dapat memicu munculnya bunyi yang lain, seperti efek domino.

Sebagian besar karya yang ditampilkan pada Biennale Jogja kali ini berbasis interaksi. Begitupun dengan karya seni Doremino. Pengunjung diberi kesempatan menjadi komposer sekaligus konduktor dengan instrumen-intrumen hidup tersebut untuk membuat sebuah komposisi musik.

Doremino terbilang sukses menarik perhatian. Terbukti selama satu jam digelar, banyak pengunjung mencoba menjadi konduktor. Beberapa pengunjung adalah warga negara asing dan terlihat menikmati karya seni interaktif ini.

Untuk pengunjung yang belum sempat memainkan Doremino, tetap bisa terlibat di karya seni Rully Shabara lainnya yang berjudul Cari Padu.

Seperti tema Biennale Jogja XIII yaitu Hacking Conflict yang ingin meretas perbedaan, dalam karya seni Cari Padu pengunjung akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang diibaratkan dengan partai. Tiap partai harus menentukan “suara-suara” apa yang akan mewakili mereka. Puncaknya pada tiap Jumat pukul 19.00 WIB semua partai akan dikumpulkan menjadi satu. Rully Shabara akan bertindak sebagai konduktor memimpin paduan suara yang bersifat spontan tersebut.

Rencananya Cari Padu akan dimainkan pada tanggal 6, 13, 20, 27 November 2015 dan 2 Desember 2015. Tidak harus yang memiliki suara merdu, setiap suara boleh turut serta dalam karya seni ini.

Bagi yang ingin terlibat dalam karya seni Cari Padu dapat memperoleh informasi di booth Cari Padu yang ada di Jogja National Museum selama pameran Biennale Jogja XIII berlangsung. Biennale Jogja XIII digelar sampai tanggal 10 Desember 2015. Info mengenai Biennale bisa dilihat di akun twitter @BiennaleJogja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: