Lingkar (review)

17 Apr

Tadinya saya naksir novel ini karena covernya yang misterius. Hanya ada tulisan “Lingkar” dengan lambang seperti lingkaran tak beraturan. Begitu saya balik dan melihat cover belakangnya, hanya menemukan tulisan-tulisan puitis. Tidak saya temukan penggalan cerita yang mengusik rasa penasaran. Saya pun urung membelinya. Waktu itu yang terpikirkan “Ini novel apaan sih? Nggak jelas”. Kemudian beberapa hari kemudian saya menemukan beberapa review yang bilang novel ini bagus, akhirnya saya pun membelinya begitu mampir ke toko buku.

Lingkar adalah novel pertama dari Kiki Raihan. Saya suka konsep novel ini yang terdiri atas dua bagian; lingkar mula dan lingkar akhir. Di masing-masing lingkar tersebut terdapat enam tokoh (Patra, Janna, Irfan, Astari, Sekar, Panjul) yang bercerita menggunakan sudut pandang orang pertama. Tiap tokoh melengkapi cerita menjadi lingkaran yang utuh. Kalau saya sebut genre dari Lingkar ini adalah drama misteri. Ada teka-teki yang mulai terpecahkan dari tiap penceritaan tokoh “aku”.

Tidak ada yang benar-benar kebetulan di dunia ini. Setiap keputusan bisa menjadi awal untuk kejadian yang lain. Hanya saja kalau di kehidupan nyata, kemungkinan terjadinya kejadian seperti dalam novel ini kecil sekali.

Patra laki-laki keturunan Aceh yang keras menikah dengan Janna gadis yang berasal dari keluarga Jawa yang sangat kolot. Suatu hari Patra mendapati Janna mengigau dan menyebutkan nama laki-laki lain, Irfan. Setahu Patra hanya ada satu nama Irfan yang dikenal Janna, dan dia adalah teman sekantor Patra. Patra menuduh Janna selingkuh dengan Irfan sedangkan Janna sendiri tidak melakukan pembelaan.  Inilah yang menjadi misteri kenapa Janna tidak melakukan pembelaan. Ada sesuatu yang ingin ditutupinya. Semuanya akan terjawab dari penceritaan masing-masing tokoh dalam novel ini. Tokoh favorit saya adalah Irfan, menurut saya dia paling manusia dibanding tokoh lain.

Ada beberapa hal yang saya sayangkan dari novel ini.

1. Tidak ada penggalan cerita di cover belakang, seharusnya itu bisa menjadi daya tarik bagi calon pembaca.

2. Jumlah halamannya yang hanya 184. Untuk novel dengan karakter yang banyak, menurut saya novel ini terlalu tipis. Penggambaran karakter kurang mendalam. Sempat bingung ketika perpindahan dari Patra ke Astari, saya harus balik lagi ke halaman sebelumnya untuk memastikan bahwa tokohnya sudah berganti. Cara tutur kedua tokoh ini hampir sama. Sedangkan untuk tokoh lainnya sudah berhasil. Sekar yang memiliki logat Jawa, Panjul dengan logat betawi, dan Janna yang rada puitis cukup untuk manjadi pembeda.

3. Mungkin masih ada kaitannya dengan jumah halaman yang sedikit. Dalam novel ini terkesan penyelesaian masalah cukup dipermudah. Seolah jalan yang dipilih itu adalah jalan satu-satunya dan harus itu. Semestinya ada kebimbangan tokoh dalam memilih keputusan mana yang harus diambil.

4. Untuk seseorang yang depresi, Janna ini kurang menjiwai. Memang dia sampai sakit, tapi saya rasa masih butuh penggambaran tentang kekalutan yang dirasakannya.

Saya suka dengan konsep Lingkar ini. Seandainya tokoh utama bisa berbicara lebih banyak mungkin akan lebih keren hasilnya. Selamat untuk Kiki Raihan untuk novel perdananya. Ditunggu karya-karya selanjutnya.

 

Image

Judul : Lingkar

Penulis : Kiki Raihan

Penerbit : Rak Buku

ISBN : 602-168-403-0

Jumlah Halaman : 184

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: