Simbiosa Alina (Review)

12 Apr

Setahun ke belakang saya mulai membaca cerpen-cerpen yang dimuat di koran. Sungging Raga adalah salah satu penulis yang cerpennya sering muncul di koran-koran Minggu. Saya mengagumi tulisannya yang ajaib. Beberapa cerpennya bahkan sampai membekas di ingatan hingga waktu yang lama karena saking ajaibnya.

Bersama Pringadi Abdi, Sungging Raga menerbitkan kumpulan cerpen “Simbiosa Alina”. Judulnya merupakan penggabungan dua judul cerpen milik mereka berdua, “Simbiosa” dan “Alina”.

Ada dua puluh cerita pendek dalam buku ini. Untuk ukuran buku yang tidak terlalu tebal (192 halaman) ternyata tidak bisa saya baca langsung selesai. Butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya.

Dari kesepuluh cerita pendek Sungging Raga, favorit saya adalah Sebatang Pohon di Loftus Road, Pelukis dari St. Mary’s, Senja di Taman Ewood, dan Biografi Cartesia. Saya sudah membaca tiga di antaranya, namun ternyata membacanya kembali dalam bentuk buku memberikan suasana yang berbeda. Saya tidak bosan dan tetap terbius meski sudah tahu jalan ceritanya. Dalam buku ini, segala sesuatu bisa terjadi meski sama sekali tidak masuk akal, seperti wanita yang berubah menjadi pohon, ataupun kisah hantu terbang di sebuah stasiun.

Setiap orang memiliki selera masing-masing, termasuk untuk cerpen. Saya kurang suka dengan cerpen yang penulisnya ikut muncul dalam cerita karena itu membuyarkan imajinasi saya. Saya juga kurang suka dengan pelabelan kisah “paling” yang membuat pembaca seolah dipaksa menerima, seperti kalimat terakhir dalam cerpen Simbiosa “Barangkali, itu kisah cinta yang paling mengharukan”. Meskipun dalam cerita itu label “paling” tersebut diberikan oleh rembulan yang kesepian.

Paruh kedua dari buku ini berisi cerpen-cerpen milik Pringadi Abdi. Sembilan dari sepuluh cerpennya memiliki tema “kasih tak sampai”, ataupun “cinta tak harus memiliki” yang dialami anak muda. Saya suka dengan gaya bahasanya. Ada permainan kata dalam kalimat-kalimatnya. Beberapa kejutan yang cukup mencubit di tiap akhir cerita. Namun sepertinya formula tersebut terlalu sering dipakai sehingga kalau malas membaca tengah cerita akan langsung menuju bagian akhir saja. Banyak pengetahuan penulis seperti tentang rumus matematika, sejarah, dan ilmu biologi serta hal-hal yang dekat dengan kehidupan penulis yang diselipkan dalam cerita tapi sayangnya peletakannya kurang smooth sehingga hanya seperti tempelan saja.

Buku ini bisa menjadi hiburan dengan ceritanya yang segar, ringan, dan ajaib.

 

Image

DETAIL

Judul Simbiosa Alina
ISBN/EAN 9786020302973 / 9786020302973
Pengarang Pringadi Abdi, Sungging Raga
Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit 27 Maret 2014
Pages 192
Berat 234 gram
Dimensi(mm) 135 x 200
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: