Assalamualaikum, Beijing! (review)

21 Feb

assalamualaikum beijing

Membaca novel Asma Nadia tentu akan sangat berbeda dengan novel-novel Ayu Utami atau Djenar Maesa Ayu. Assalamualaikum, BEIJING! seperti hal nya novel-novel religi yang sempat booming beberapa tahun yang lalu. Meskipun tetap menyajikan cerita romansa ada koridor yang tetap dipertahankan oleh tokoh utamanya, yaitu koridor syar’i.

Asma, seorang muslimah yang dalam perjalanan dinas ke China bertemu dengan Zhongwen. Dengan pengalaman masa lalunya, dia tidak mudah untuk menyimpulkan apa yang dirasakannya sebagai cinta. Jarak yang jauh dan segala perbedaan; budaya, keyakinan, membuat Asma sangat berhati-hati, atau malah cenderung mengingkari getaran yang dirasakannya.

Zhongwen, laki-laki bermata sipit dengan rahang kukuhnya, mencoba mengikuti kata hati. Dia yang sangat mengagumi mitologi klasik Ashima dari Yunnan, terinsipirasi oleh kisah Ashima dan Ahei tersebut. Seperti Ahei, dia pun akan memperjuangkan apa yang benar menurut hatinya untuk menemukan Ashima-nya.

Dewa, sosok laki-laki ideal yang menjadi pujaan banyak wanita ternyata melakukan kesalahan yang membuat Ra, kekasihnya kecewa. Dia berusaha meyakinkan Ra, bawa cintanya hanyalah untuknya. Hati Ra sudah terlanjur beku. Permintaan maaf tidak akan bisa mengubah kesalahan.

Saya suka novel ini karena disampaikan dengan gaya bahasa ringan. Materi yang mungkin sebagian orang menganggapnya kaku, menjadi bisa diterima. Tokoh pembantu, Sekar cukup berhasil untuk menyegarkan suasana. Ada beberapa adegan romantis yang tetap bisa disampaikan tanpa melanggar koridor syari tadi. Beberapa adegan bisa membuat senyum-senyum sendiri. Tokoh Anita, meski bukan tokoh utama, dan bisa dibilang tokoh antagonis cukup berhasil untuk mengundang simpati pembaca.

Kekurangan dari novel ini adalah detil setting di Indonesia yang tidak jelas. Beberapa setting di China sangat detil tapi malah membuat bosan karena penyampaiannya seperti reportase. Semestinya cerita ini bisa lebih mengharu biru jika pembaca dilibatkan dalam perasaan tokohnya. Sayangnya ketika saya membaca, saya tidak mendapatkan itu karena saya yakin tokoh-tokohnya akan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri pada akhirnya. Asma, terlalu tangguh untuk seorang yang mengalami sakit. Pikirannya terlalu sehat. Kegelisahan Zhongwen dalam pencarian apa yang diyakininya juga kurang dimaksimalkan.

Saya suka dengan novel Assalamualaikum, BEIJING!, seperti menawarkan dahaga akan cerita religi yang belakangan sudah surut. Dan novel ini termasuk film-able. Seru membayangkan adegan-adegan pencarian Zhongwen dengan latar tempat-tempat wisata di China.

 

Judul Assalamualaikum, Beijing!
No. ISBN 9786021606155
Penulis Asma Nadia
Penerbit Noura Book Publising 
Tanggal terbit Oktober – 2013
Jumlah Halaman 356
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: