After Rain (Review)

2 Dec

Saya penasaran dengan novel pertama Anggun Prameswari atau yang biasa dipanggil sesuai nama akun twitternya @mbakanggun. Sebelumnya sudah beberapa kali membaca cerpennya yang sudah wara-wiri di berbagai media massa nasional. Roman depresif, begitu yang terbaca dari cerpen-cerpen Anggun.

After Rain, Suatu Saat Aku Berhenti Menangisimu. Dari judul dan tagline sudah terbayang bahwa ceritanya tentang usaha move on dari seseorang. Saya suka covernya. Ilustrasi seorang wanita membawa payung dengan latar langit senja.

Novel ini berkisah tentang Serenade Senja yang terjebak dalam hubungan perselingkuhan dengan Sambara Darmasaputra. Sepuluh tahun Seren menjalin hubungan kekasih dengan Bara. Tiga tahun terakhir Bara menikahi Anggi karena perjodohan orang tua. Tiga tahun itu Seren menjadi orang ketiga. Novel ini menarik karena menceritakan dari sudut pandang selingkuhan, dan dia memiliki alasan kenapa memilih menjadi selingkuhan.

After Rain menceritakan bagaimana upaya Seren untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Apakah Seren akan bersikeras memiliki Bara atau merelakannya untuk Anggi? Dari judulnya sendiri pasti pembaca akan menebak kalau Seren akan meninggalkan Bara, untuk memastikannya silakan membaca dulu hehehe. Bagaimana usaha Seren untuk mengambil keputusan itu yang menarik, karena memang membalikkan perasaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang yakin, kadang tidak yakin, kadang bingung. 🙂

Begitu membaca yang terbersit di pikiran saya, “Ini Anggun Banget”. Seperti hal nya cerpen-cerpen Anggun, novel ini juga menyajikan diksi yang tidak biasa. Barisan kata yang cantik tapi perih. Selain itu analogi-analoginya juga terasa pas dengan konteksnya, tidak dibuat-buat.

Aku adalah benalu yang melilit Bara, mengisap sari pati cintanya, sampai tak ada yang tersisa untuknya mencintai Anggi. – After Rain, hal 20

Plotnya jelas dan mengalir. Ada beberapa alur maju mundur untuk menceritakan kisah Seren dan Bara yang telah lalu. Karakter yang kuat di novel ini adalah Seren, Bara, dan Kean. Baca beberapa halaman sudah langsung ikut gemes sendiri dengan Seren. Bara, meskipun di sini bisa dibilang tokoh antagonis justru lebih mengundang simpati daripada Elang. Kean adalah tokoh favorit saya di sini, kalau nggak ada Kean mungkin Seren akan terus-terusan tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Kalau saya jadi Kean sudah saya bentur-benturin ke tembok itu kepala Seren, biar cepet sadarnya.

Ada sedikit yang mengganggu. Keterlibatan keluarga tokoh Seren yang menurut saya kurang. Dalam cerita ini, Elang dituliskan sebagai seorang yang sulit jatuh cinta, tapi kok saya tidak menangkap seperti itu. justru si Elang malah segitu gampangnya menaruh hati pada Seren. Bahkan terbaca kalau Elang lemah dan ngarep banget sama Seren padahal itungan kedekatan mereka belum ada tiga bulan.

Mungkin maksudnya untuk jadi ciri khas, tapi terlalu banyak pengulangan tentang punggung, aftershave, dan menyelipkan rambut ke belakang telinga. Untuk yang menyelipkan rambut ke belakang telinga ini menurut saya semacam kebiasaan yang pelakunya sendiri tidak menyadari, justru orang lain yang semestinya ngeuh dengan kebiasaan itu.

After Rain, adalah novel pertama Anggun Prameswari yang apik, dan saya suka. 🙂

after rainAfter Rain

Penulis: Anggun Premeswari
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 332 hlm
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-659-6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: