ARRIVAL

7 Nov

“Pesawat dengan nomer penerbangan GA208 telah mendarat”

Suara seorang wanita menggema dari pengeras suara. Rombongan orang mulai keluar satu per satu, termasuk beberapa pramugari yang berjalan anggun. Sesekali mereka tertawa bersama pilot dan kru pesawat. dari gaya tertawanya sepertinya mereka sengaja ingin diperhatikan. Orang-orang yang tadinya duduk-duduk di kursi tunggu, seketika beranjak, berkerumun di depan pintu kedatangan. Pastinya mereka menunggu seseorang yang keluar dari pintu itu. Entah mereka menunggu teman, keluarga, atau bahkan orang yang belum pernah dikenal sekalipun. Aku, satu di antara mereka, menunggu seseorang yang belum ku kenal sebelumnya. Selembar karton putih bertuliskan nama Murtij Khan ada ditanganku. Dari namanya kemungkinan besar dia seseorang berketurunan India.

Pemandangan seperti ini yang selalu ku jumpai, aktivitas orang-orang travel agent di bandara. Sama sepertiku, banyak orang dengan pakaian batik membawa kertas karton dengan nama yang berbeda-beda, kebanyakan nama-nama yang tertulis adalah nama orang asing. Beberapa guide sudah bertemu dengan tamu yang mereka tunggu, satu-persatu meninggalkan tempat ini. Di sisi yang lain kulihat beberapa wanita dengan atasan kebaya berwana-warni membawa roncean bunga melati, siap untuk dikalungkan untuk turis-turis yang datang. Di belakangku beberapa laki-laki sibuk menawarkan jasa porter-nya untuk membawakan koper. Begitupun dengan para sopir taxi yang tak lelah menanyai tiap orang yang keluar dari pintu kedatangan ini. Pandanganku menyapu ke sekeliling bandara ini, mencari seseoarang.

Tiap kali aku ke tempat ini, aku sering melihatnya. Seorang gadis cilik dengan pakaian seragam sekolah. Mungkin umurnya sekitar delapan tahun. Berdiri di antara kerumunan orang-orang yang menunggu di depan pintu kedatangan, di bawah lcd monitor besar yang menampilkan jadwal kedatangan pesawat. Sebuah karton putih dengan nama seseorang di tangannya. Mr. Andrew Joseph, nama yang tertulis pada kertas karton itu. Rasa penasaran yang memaksa kakiku melangkah mendekatinya.

“Kamu dari travel agent?”

Gadis itu hanya menggeleng, kemudian tersenyum. Memang pertanyaanku bodoh sekali, gadis ini masih sangat kecil, tak mungkin dia bekerja pada sebuah travel agent.

“Siapa Mr. Andrew Joseph?” aku kembali bertanya sambil menunjuk ke kertas karton di tangannya, namun sekali lagi ia hanya tersenyum.

Tiba-tiba gadis kecil ini bersuara “Apakah Amerika jauh dari sini?”

“Tentu saja, sangat jauh” jawabku.

“Apakah mahal untuk pergi kesana?”

“Iya, pasti mahal”

“Kalau jalan kaki, butuh berapa hari?”

“Aku tidak tahu, tapi rasanya itu tidak mungkin, terlalu jauh, bisa bertahun-tahun mungkin”

Gadis kecil ini terdiam. Sepertinya jawabanku mengecewakannya.

“Dia papaku,” dilihatnya karton bertuliskan nama Mr. Andrew Joseph itu,” tapi aku belum pernah melihatnya. Dia pergi saat aku masih di dalam perut mama.”

Ada kesedihan dalam nada suaranya. Aku hanya diam, menunggu gadis cilik ini melanjutkan ceritanya.

“Aku ingin bertemu dengannya, aku cuma mau bilang kalau mama menunggunya.” Diambilnya selembar kertas di sakunya,”Aku hanya punya ini” sebuah foto yang sudah memudar disodorkan padaku. Foto seorang laki-laki asing dan seorang wanita dengan latar stupa candi Borobudur.

“Wanita itu mamaku, namanya Artika. Cantik kan?”

“Iya, mamamu cantik, sama sepertimu” jawabku.

“Dulu mamaku seorang guide, sama seperti kakak.” Aku pun mengangguk

“Sudah hampir tiga bulan Kak aku selalu menunggunya disini. Aku tahu ini sia-sia. Aku capek, rasanya aku ingin menyerah saja, mungkin ini yang terakhir kali aku menunggunya” lanjutnya.

“Excuse me, are you my tour guide?” tiba-tiba seorang laki-laki dengan penampakan seperti artis Bollywood sudah ada di depanku dan tersenyum padaku. Sudah pasti namanya Martij Khan, seperti yang tertulis dalam karton putihku.

“Ups sorry, yes I am your guide, Mr. Martij.”

Aku bergegas mengajaknya berjalan menuju area parkir. Aku sempat menoleh ke arah gadis kecil tadi, kulihat dia tersnyum dan melambaikan tangannya padaku. Aku menyesal, belum sempat berpamitan padanya, bahkan aku pun belum sempat menanyakan namanya.

***

Sudah satu bulan, gadis cilik itu tak pernah ada lagi. Ku pastikan lagi, memandangi tiap sudut airport ini, menyusuri sela-sela kerumunan orang-orang di pintu kedatangan. Namun memang gadis cilik itu sudah tak ada lagi. Iya aku tahu, pasti kamu sudah lelah. Menunggu sesuatu yang tak pasti. Tapi perlu kamu tahu, tak ada sesuatu yang sia-sia.

Dari arah pintu kedatangan kulihat dua orang melambaikan tangannya padaku. Seseorang yang namanya tertulis di karton putihku, Mr. Andrew Joseph. Dia menggandeng istrinya, Mrs. Carolina Joseph. Satu minggu ini mereka berdua mengunjungi Indonesia untuk berbulan madu. Aku janji, bulan madu kalian tak akan biasa-biasa saja. Gadis cilik, bagaimanapun caranya, kau akan bertemu papamu, aku janji.

yogyakarta, 3 november 2010

Advertisements

6 Responses to “ARRIVAL”

  1. anginbiru 21 March 2011 at 08:25 #

    WOW..!! *speechless* Nice story.. Unpredictable ending.. TOP!!

    cumaaaaan, perhatikan lagi penulisan “ditanganku”, “kesana”, dll.. hehehe. tapi ceritanya, mantab..!! hoho.

    • yuya16 16 April 2011 at 22:44 #

      yup, thx koreksinya mas biru 🙂

  2. amalia achmad 16 April 2011 at 18:52 #

    ih temanya kok dapeeettt aja sih, Yuya!!!

    • yuya16 16 April 2011 at 22:45 #

      kalo ini, kebetulan pas aku kerja di travel agent Lia 🙂

  3. amalia achmad 17 April 2011 at 15:18 #

    ho’oh aku mengerti
    tapi kok bisa kepikiran ada anak kecil yg nungguin bapak bulenya itu loohhh.. 😀

    • yuya16 17 April 2011 at 16:05 #

      harusnya ini berlanjut Lia, hanya saja bahasa Inggrisku terbatas, tak cukup mewakili si Andrew joseph 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: