Senja Terakhir

1 Jul

Kabut perlahan turun, menutup senja yang memerah di ufuk barat. Hawa dingin yang terbawa angin tak membuatnya gentar. Gerimis pun seakan tak berarti. Dia tetap bertahan, meski kulihat air telah menetes dari ujung-ujung rambutnya. Sudah sekian lama seorang lelaki muda bergeming dalam kesendiriannya, di depan sebuah pusara. Tatapan matanya kosong menampakkan kesedihannya yang dalam.

“Prasta…”

Sebuah suara asing membangunkan dari lamunan panjangnya. Dicarinya arah suara itu. Seorang wanita yang mungkin sebaya dengannya berjalan mendekatinya. Berdiri tepat di hadapannya. Sesosok wajah yang mengingatkannya pada kisah masa lalunya.

“Aku Kania, semenjak Alina meninggal, aku kembali ke kota ini. Aku tidak tega membiarkan ibuku sendiri. Terlebih, setelah dia kehilangan seseorang yang paling berarti baginya.” wanita itu membuka percakapan.

Namun lelaki muda itu hanya diam, kembali kepada keadaannya semula, menunduk di depan sebuah pusara.

“Akhirnya kamu kembali juga. Lima tahun, ya…lima tahun sudah aku menunggu saat ini. Menunggumu kembali.”

Sepertinya wanita itu belum berhasil untuk membuatnya membuka suara.

“Mungkin Alina tidak bisa bercerita kepada siapapun, termasuk kepada ibuku, orang yang sangat dia sayangi. Tapi tidak begitu kepadaku. Tak ada satupun kisah hidupnya yang terlewatkan olehku.” kembali wanita itu berbicara padanya.

“Alina hamil…”

Dua kata yang terucap itu cukup mampu untuk membuat lelaki itu tersentak. Mau tidak mau dialihkan juga pandangannya pada sosok wanita didepannya.

“Ya…Alina hamil…dia mengandung anakmu sebelum akhirnya dia meninggal…Kamu tahu itu kan? Prasta…”

Lelaki muda itu berusaha mengatakan sesuatu yang tertahan. Mulutnya terbuka namun tak bersuara. Tak ada kata yang terucap.

***

Dua remaja yang tengah dilanda cinta.

“Prasta…”

“Iya…Alina”

“Aku…hamil…anakmu…”

Suasana yang semula penuh hasrat pun berubah, hening, penuh kegelisahan, kebingungan, ketidaktahuan tentang apa yang ada di depan sana. Tak tahu harus berbuat apa.

“Prasta…Kenapa kamu diam saja? jawab aku Prasta…Beri aku keyakinan…Kamu akan menikahiku…iya kan?”

Senyuman dan kecupan manis di bibir mengakhiri semua pertanyaan, memberikan satu jawaban, satu kepastian.

“Aku akan menikahimu…”

***

“Kasihan Alina…dia begitu mencintaimu…begitu mempercayaimu…Kamu akan menikahinya…dan dia percaya itu…”

“Aku juga mencintainya…sangat mencintainya…tapi aku tidak sanggup…aku belum siap untuk menikah…” akhirnya terucaplah kalimat dari lelaki muda itu.

“Lalu…Kamu membunuhnya…”

“Tidaaaakkk…” teriak lelaki itu, “tak ada satu pun niatku untuk membunuh Alina…semua terjadi begitu saja…”

Wanita itu diam, menunggu sang lelaki melanjutkan jawabannya.

“Kukatakan pada Alina, Aku akan menikahinya, tapi saat itu juga yang terlintas dalam benakku, aku harus mati bersamanya. Aku tak sanggup untuk menghadapi masalah itu. Sengaja ku tabrakkan mobilku ke pembatas jalan, hingga jatuh, hancur, terbakar, tapi kenapa? Kenapa aku masih hidup? Kenapa aku tidak mati bersama Alina” lelaki itu berusaha menjawab disela-sela isaknya.

“Terlalu banyak kemungkinan dalam hidup ini…begitupun kebenaran ceritamu” jawab wanita itu.

“Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu percaya, aku pun tersiksa…lima tahun aku harus menanggung rasa bersalahku, lima tahun aku pergi dari kota ini, mencoba melupakan Alina, tapi aku tak bisa, aku terus dihantui rasa bersalahku, seharusnya aku mati bersama Alina juga anakku…maafkan aku…”

“Sudahlah…aku tidak akan menuntut apapun darimu…aku hanya ingin kamu tahu…Alina sangat mempercayaimu”

***

Kabut perlahan turun, menutup senja yang memerah di ufuk barat. Gerimis serta hembusan angin menambah dingin suasana sore ini. Satu persatu orang meninggalkan gundukan tanah yang masih merah itu.

“Siapa yang meninggal Pak?”

“Mas Prasta…semalam dia mengalami kecelakaan, padahal baru kemarin saya lihat dia lama di sana, sendiri di depan makam mbak Alina, dan hari ini saya harus menggalikan tanah kuburan untuknya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: