Penembakan

1 Jul

saat yang ku tunggu
sudah jauh hari kupersiapkan semua
satu buah pistol beserta pelurunya
satu peluru, ya hanya satu peluru tersisa
dua peluru telah kutembakkan
dan…gagal…
meleset dari sasaran
memang rencanaku kurang matang
tak ada persiapan
terburu-buru melakukan penembakan
saat waktu dan posisi tidak menguntungkan
namun tidak kali ini
keberhasilanku sudah pasti
***
dia datang…
tak perlu ku bersusah payah mendekati
dia datang menghampiri
***
senyumnya masih sama, menawan
pandangan matanya masih sama, dalam
ku dengar detak jantungnya, wajar
ku rasakan hirup nafasnya, lancar
sedangkan aku…
detak jantungku berpacu
hirup nafasku, memburu
aliran darahku, beku
***
ku arahkan pistolku
tepat di jantungnya
seakan kulihat letak jantung yang berdetak
di balik kerangka dadanya
dalam hitungan ketiga
satu, dua, tiga…
kutarik pelatuk pistolku
kulepaskan tembakanku
dan…
dia…
masih sama
memberikan senyum yang menawan
pandangan mata yang dalam
tidak ada teriakan
tidak ada rasa terancam
sedangkan aku…
berteriak dalam ketakutan
terluka, berdarah, dan sempoyongan
***
aku sudah tidak kuat lagi
sadarku, aku harus mengakhiri
waktu ku tak banyak
saatnya untuk pergi
untuk pertama dan terakhir kali
sebelum aku ucap kata perpisahan
sebelum kau ucap selamat jalan
berikan aku satu kecupan
akan ku kubur semua harapan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: