menunggu

1 Jul

Ah…aku lelah dalam penantian
Menungguku tentu tak sama dengan menunggumu
Menunggumu, adalah pembutaan
Oleh hatimu yang dilanda kasmaran

Menungguku, menyesakkan
Menyiksaku dalam kecemasan
Menyiksaku dalam kekhawatiran, kehampaan, ketiadaan
Batas tipis menuju kematian

***

Ibu, sudah selarut ini, kenapa ayah belum juga pulang
Sabar sayang, sebentar lagi ayah pulang
Membelaiku mesra penuh kepastian

Ibu, apakah hari ini ayah akan pulang
Iya sayang, kita berdoa ya, agar hari ini ayah pulang
Tersenyum mencoba menenangkan

Ibu, setahun sudah, kenapa ayah tak juga pulang
Tidak ada jawaban,
Menangis sendirian

***

Hingga kini sekian tahun berlalu
Aku berhenti bertanya,
Aku masih menunggu
Tidak hanya menunggu seseorang tuk pulang kembali
Aku menunggu tangis itu akan terhenti

Apakah kau masih akan menunggu?

Advertisements

4 Responses to “menunggu”

  1. kiminuklir 1 July 2010 at 13:24 #

    puisinya bagus…
    😥

    • yuya16 1 July 2010 at 14:08 #

      terimakasih sudah meluangkan waktu membaca 🙂

  2. kiminuklir 1 July 2010 at 14:28 #

    sama2 ^^

    awalnya saya kira ini akan bercerita tentang cinta pada kekasih, tapi ternyata bukan…
    hmm…
    mengharukan

  3. yuya16 2 July 2010 at 11:22 #

    pada kekasih…tetapi org yg dikasihi ayahnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: