Mata Yang Tajam dan Senyum Yang Jarang

1 Jul

dulu, aku memuja dia
seseorang dengan mata dan senyum yang meneduhkan
tapi itu dulu
yang tak berakhir pada sesuatu
hanya angin lalu, tanpa dia tahu

sedangkan aku
tetap berdiam di sini, di sudut kamar sepi
membalas senyumannya, seorang diri

kini, aku memuja dia
seseorang yang berbeda
seseorang dengan sorot mata yang tajam
dan senyumnya yang jarang

ketika mata saling beradu
seketika itu, aku tak mampu
rapuh dan goyah pertahananku
hanya bisa menunduk dalam ragu, malu

dan kini, tak jauh berbeda
sama halnya dengan dulu
bersembunyi di sudut ruang rindu
menunduk malu, seakan dia dihadapku, menatapku

sedangkan dia di sana, dan tak pernah tahu…

Semarang, 17 November 2009

Advertisements

2 Responses to “Mata Yang Tajam dan Senyum Yang Jarang”

  1. bambang smaradahana 1 July 2010 at 14:33 #

    nice..i really like it….

    • yuya16 1 July 2010 at 14:42 #

      thx udah sempat membaca 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: