Abimanyu

1 Jul

Aku membencinya. Abimanyu, itulah namaku. Putra Arjuna yang mati muda dalam perang melawan kurawa. Bukan, bukan karena aku takut mati muda. Toh sekarang usiaku sudah 20 tahun. Artinya semua tak sesuai cerita Bharatayuddha. Aku tak mati di usia ke enam belas. Aku masih hidup dan membenci Ambimanyu karena dia putra Arjuna.

Bukankah aku mewarisi kepandaian, keberanian, serta halus budinya? Terlebih lagi ku mewarisi ketampanannya. Arjuna, papaku. Mungkin karena itulah mama memilih dia, sebagai suaminya. Sosok lelaki yang lengkap, yang membuat wanita-wanita dibuat tak berdaya. Setidaknya begitulah yang mama bilang. Saat mereka masih di bangku sma, siapa yang tak kenal Arjuna. Ketua OSIS, delegasi sekolah untuk olimpade sains, atlet taekwondo dan masih banyak lagi kebisaan-kebisaan dia. Tapi bagi mereka, cewek-cewek sma pada saat itu yang mengidolakannya, wajah sang Arjuna yang rupawan lebih dari segalanya.
“Papa mu itu, mirip banget sama Richie Ricardo, mirip banget…,” begitulah Mama selalu bercerita.
“Ah…siapa juga Richie Ricardo…aku tak tahu…”
Dan aku tidak bangga karenanya. Dan aku tetap membenci Abimanyu yang mewarisi kepandaian, keberanian, halus budi, serta ketampanan sang Arjuna.

Arjuna dalam pewayangan memang tampan. Istrinya 15 orang. Lantas kenapa? Itukah alasan dia untuk sering pulang malam, bahkan terkadang tak pulang. Istrinya cuma satu, Rimbawati, mamaku, tapi entah sudah berapa puluh wanita menjadi teman tidurnya. Wanita-wanita penjaja yang selalu menemani malam-malamnya. Dan dia mengakuinya. Dia tidak malu mengatakannya, malam ini menginap di hotel mana, dengan siapa, dan juga malam-malam lainnya. Dia mengatakannya pada Mamaku.

Pertama kali ku tahu itu. Aku marah, sangat marah. Sebagai anak muda ingin juga aku mencoba. Pergi ke klub malam. Hanya sekedar ingin tahu suasananya seperti apa. Tapi sekali itu aku datang, aku berjanji aku tak akan pernah lagi menginjakkan kaki di sana. Ku lihat dia, Arjuna dikelilingi wanita-wanita hina. Dalam keadaan setengah sadar, mencumbui mereka. Saat itu juga tinjuku mendarat di wajah rupawannya itu untuk pertama kalinya. Dan sejak saat itu, terakhir kali aku sudi memandang wajahnya, berbicara padanya.
“Aku malu memiliki ayah sepertimu!”
“Abimanyu…bagaimanapun kau tetap keturunan pandawa…” dalam keadaan sempoyongan dia berkata.

***

“Mama tetap akan mencintai, papamu…”
“Tapi kelakuan dia?”
“Mama bisa terima, apapun itu Mama terima, asalkan papa tetap pulang ke rumah…”
“Tidak bisa Ma, Mama tidak selayaknya diperlakukan seperti ini, Mama tidak sepantasnya menderita karenanya!”
Mama hanya menggeleng,”Papa sudah cukup menderita karena kita…”

***
Sang Arjuna sudah mengabdikan sisa hidupnya untuk keluarganya. Satu kisah hidup yang mama tak pernah menceritakannya. Ada nama Bima dalam keluarga papa. Kakak kedua dari tiga bersaudara, Yudhistira, Bima dan Arjuna. Namun wujudnya seperti apa, ku tak pernah mengenalinya. Dia meninggal saat ku belum terlahir di dunia. Dia meninggal dengan sepenggal kisah cinta pertama bersama Rimbawati muda. Dia meninggal dengan benih yang tertanam di rahim mama. Benih yang terlanjur tertanam sebelum waktunya. Dan sebelum hari bahagia yang terpaksa ada karenanya, dia meninggal dunia, kecelakaan mobil merengut nyawanya. Hampir saja ku terlahir di dunia tanpa status ayah, jika sang Arjuna tak merelakan dirinya menggantikan Bima. Permintaan terakhir Bima.

Biarlah Arjuna yang menentukan pilihan hidupnya. Aku tak lagi membencinya. Aku membenci Abimanyu yang terpaksa menjadi putra Arjuna. Jika semua sesuai rencana seharusnya aku Gatotkaca, putra Bima, tetap keturunan pandawa yang mati muda juga.

Semarang, 10 November 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: